beku

teng… teng… teng… 

bunyi bel di halaman gereja. aku mempercepat langkah.

pyuk… sret… sret… sret… 

bunyi tanganku mencelup wadah air suci. aku menoreh lambang salib di dahi.

kyrie eleison… kyrie eleison… dona nobis pacem… 

bunyi paduan suara melantunkan gema sangkakala. aku berlutut, berdoa.

bong… bong… bong… 

bunyi gong di altar sesembahan mengawali ritus konsekrasi. aku menguap, ngantuk.

BLARRRR!!!

bunyi ranselku yang sengaja kutinggal di sakristi.

akhirnya aku berhasil masuk headline koran pagi.

si buyung

"waktu hujan turun, rintik perlahan
bintang pun menyepi, awan menebal

kutimang si buyung, belaian sayang
anakku seorang, tidurlah tidur…

ibu mendoa, ayah menjaga, agar kau kelak jujur melangkah

jangan engkau lupa tanah pusaka
tanah tumpah darah
indonesia

- belaian sayang


adalah lies sidik, biduan yang menyanyikan bait pengantar tidur karya bing slamet ini pada jauh 1958. dekade ketika sejarah -yang terdistorsi sekalipun- berhasil mencatat bahwa indonesia tengah terguncang; menjalani babak bersitegang.

tadi sore, tepat ketika euforia lebaran begitu pikuk bersama rentetan deru petasan, saya melamun…

tentang hujan yang gelap. segelap isak senapan yang menyalang dalam jarak dekat
tentang seorang ibu yang berdoa dalam gemetar, namun khusyuk melafal
tentang seorang ayah yang menjaga dalam kesiagaan total. gagang sabit di tangan kirinya ikut mengintai; waspada setengah gontai
tentang tanah pusaka; indonesia. yang sungguhpun memang haus oleh tumpahan darah rakyatnya

juga tentang seorang kanak-kanak yang tidak mengerti mengapa ibunya berdoa dan sang ayah menjaga. setidak mengerti jutaan manusia lain yang dalam waktu dekat akan binasa hanya karena dilabeli kontrarevolusioner di jidatnya; diteriaki komunis; dikategorikan anjing

dan ia tidak akan pernah mengerti. setidak mengerti jutaan generasi demi generasi berikut. garis-garis generasi yang terlanjur dibuahi kalut. sebab benih stigma dapat tumbuh subur sejak masih di dalam perut. lahir, dan besar bersama takut, tumbuh sebagai anasir pengecut.


barangkali itu sebabnya suara petasan tetangga sebelah membangunkan saya.
barangkali saya belum diijinkan tidur.

angst



apa yang lebih bising dari bingarnya kegelisahan di ceruk kepalamu?
pada sebuah kontemplasi yang-belum-utuh menjelang subuh?
dan matamu basah...
...entah tangis,

entah peluh.

ah, seandainya kita tahu bila kegelisahan ialah molekul penahan kantuk teramat ampuh.

beranda sendja




teramat banyak dari kita mencintai senja.
teramat banyak pula melupa bahwa keindahan tidak lantas perlu memiliki nama.
dan oleh karenanya, ia tidak sempurna.

host

.The Spirit Medium Soldier a.k.a. The Sorrow - MGS Snake Eater.
"this world is one of sadness
battle brings death
death brings sorrow
the living may not hear them
their voices may fall upon deaf ears
but make no mistake...
...the dead are not silent


death is tragic
but life is miserable.