diawali dengan "eh nulis cerita bareng yuk!" ribuan tahun silam

lantas mereka berkumpul: paguyuban pujangga, ahli bahasa, mistikus, penyunting, dramawan, tukang kayu, bahkan nelayan; ribuan tahun silam, berkolaborasi menyusun cerita dalam rangka mengobservasi ke-maha-luas-an inspirasi dan kedigdayaan manusia.

hasilnya? antologi teks dramatik-tragik. laku keras luar biasa di pasaran. ratusan kali dicetak ulang dan diterjemahkan.

kini mereka naik pangkat. mereka dijuluki nabi. bukan lagi manusia biasa.

oh, dan kamu tentu punya kopiannya. itu, yang duduk berdebu di rak meja, buku tebal yang disarankan untuk selalu kamu baca oleh institusi bernama agama.

pan's


Ofelia sekarat...
sisi kanan perutnya koyak menyambut peluru yang dimuntahkan dari pistol parabellum buatan Belanda pada awal abad ke-20 yang ditembakkan oleh ayah tirinya yang seorang kapten Spanyol pemburu gerilyawan pemberontak di era fasisme rezim Francoist yang memperistri ibu kandung Ofelia setelah ayah kandungnya yang cuma seorang penjahit kecil harus tewas di tengah kecamuk perang saudara yang pada nantinya menyeret Ofelia dan ibunya ke posko militer sang ayah tiri yang terletak di tengah hutan tak jauh dari labirin dan portal menuju dunia peri dan penjaga sangsaka bumi yang usianya lebih tua dari kata purba itu sendiri yang ternyata menganggap bahwa Ofelia adalah seorang putri dari sebuah konstelasi monarki di bawah tanah yang lupa akan identitasnya oleh karena dirinya melarikan diri menuju permukaan bumi dan mati lalu tereinkarnasi kembali dalam bentuk seorang anak penjahit miskin yang meninggal di tengah peperangan sehingga ibunya terpaksa mengungsikannya ke tempat di mana suami barunya yang seorang kapten Spanyol di bawah kekuasaan rezim Francoist si fasis tinggal di tengah hutan untuk membasmi para gerilyawan pemberontak ternyata menembak sisi perut kanannya dengan pistol parabellum buatan Belanda di awal abad ke-20 hingga koyak.
Ofelia sekarat...
mati, atau bergabung kembali dengan para peri,
waktunya tak banyak, nafasnya melambat.