21/12/12

- jumat, 21/12/2012 pukul 12.10 siang -


aku rebah di ruang tamu. bersama televisi yang menyala, radio yang terputus-putus, buku yang belum tamat dibaca, sambil mengutak atik telepon genggam.

lalu mereka hadir. satu demi satu.

jakarta timur, seorang balita tewas dengan kondisi mengenaskan. korban mengalami luka lebam dan beberapa luka bakar setelah dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri…

sidoarjo, akibat pengaruh minuman keras, seorang remaja membakar temannya setelah menikamnya berkali-kali menggunakan pecahan botol minuman…

pontianak, sengketa tanah berujung ricuh. puluhan penduduk yang tengah berunjuk rasa setelah digusur paksa malah dihujani peluru oleh petugas keamanan pt. adikarya…

abepura, seorang oknum tni diduga membunuh pria pemilik toko grosiran. oknum tersebut mengaku kesal lantaran pemilik toko terus menerus menagihnya untuk melunasi hutang yang telah jatuh tempo…

solo, teror di rumah peribadatan kembali terjadi setelah bom meledak saat upacara perayaan masih berlangsung. lebih dari seratus jemaat tewas dalam tragedi ini… 

pekanbaru, …




- jumat, 21/12/2012 pukul 12.14 siang -

aku rebah di ruang tamu. mendengar temanku bergumam dalam senyumnya. dia menatapku,

"tuhkan, bener apa kata gue. ketipu lu sama isu kiamat."

Premortem (Breakdown)

PREMORTEM - j. angin

lebih dari 4 kali saya membaca bolak balik novel ini dan masih belum mampu menarik kesimpulan yang matang. well, apa yang mau saya tulis hanyalah cara-cara yang telah saya tempuh. dan jujur saja, sejauh ini belum berhasil. saya hanya ingin berbagi sedikit dengan kalian yang sama-sama dibikin pusing oleh sang novelis. hahaha…


elaborasi

secara garis besar, saya mencoba mengkategorikan beberapa fragmen cerita yang sekiranya berkaitan. entah benar atau tidak, saya harap metode ini sedikit mempermudah pembaca dalam menyusun alur sekaligus memetakan kronologi cerita. saya sadar sepenuhnya, melalui penjabaran metode berikut, sedikitnya ada 3 barangkali : 
1) barangkali masih ada petunjuk yang luput saya lihat, atau
2) barangkali saya terjebak oleh petunjuk-petunjuk 'palsu' yang tidak ada hubungannya sama sekali (you know… overthinking :p), atau
3) barangkali tidak ada petunjuk. karena subjektivitas dan interpretasi milik pembaca sama sekali irelevan dengan milik sang penulis. roland barthez pernah bilang soal "dead of the author". and that makes everything more simple (or even more subtle)?

anyway… pada dasarnya, ada tiga poin yang ingin saya dapatkan melalui pembedahan per fragmen : 
1) tokoh "aku"
2) latar tempat 
3) latar waktu 

poin-poin selebihnya merupakan kalimat langsung maupun tidak langsung; pertanyaan maupun pernyataan; yang saya anggap sebagai petunjuk. here you go… 

***

PRIMARY KEYPOINT - ditulis seluruhnya menggunakan garis miring

#1 KEYPOINT
- mempertanyakan "kebahagiaan"
- seorang karyawan yang harus memecat bawahannya
- "aku" -> birokrat perusahaan; pria
- "aku" tidak begitu bahagia. ia memalsukan senyumnya
- latar tempat -> sebuah perusahaan yang tengah dilanda krisis finansial
- latar waktu -> ?

"alegorinya memang tidak ada diskriminasi, tetapi aplikasinya tidak ada harga mati."
"lebih banyak uang, tapi semuanya ternyata tetap tak bisa dibenahi."

#16 KEYPOINT
- ingatan seseorang dari masa depan
- "aku" bukan tokoh yang sama. atau setidaknya bukan berasal dari memori yang sama
- latar tempat -> rumah sakit; ruang bedah
- latar waktu -> ?

"ini bukan ingatan."
"ingatan ini datang dari masa depan. dari masa setelah anda. dari seseorang yang tidak akan anda kenal"

* salamsejahteramohonmaaf -> mengapa ditulis tanpa spasi?

#25 KEYPOINT
- ada sosok lelaki misterius berkaus putih dan bertopi bambu
- "aku" -> pria/wanita (chance 50:50)
- latar tempat -> kebun bunga yang sangat luas
- latar waktu -> ?

"mungkin tidak ada lagi yang harus diperbuat. tetapi bukan berarti tidak ada lagi yang bisa dilakukan."
"aku memang tak akan mengenal dia. tetapi sekarang aku tahu namanya." (?)

* seorang lelaki berkaus putih dan bertopi bambu (?)


catatan :

mengapa saya sebut ketiga fragmen ini sebagai primary keypoint? selain karena ditulis seluruhnya menggunakan garis miring, ketiga fragmen ini sama sekali miskin informasi, juga minim petunjuk, sepintas tidak ada hubungannya dengan fragmen-fragmen lain. namun apa benar begitu? lagi-lagi ini hanya sebatas asumsi remeh. lantas, karena judul novel ini memiliki arti "sebelum mati" dan ada penggunaan istilah neurospecimen project (donor otak), saya asumsikan ketiga fragmen ini terjadi sebagai reaksi (atau efek samping?) setelah dilakukannya proses instalasi otak. atau mungkin lebih tepatnya: instalasi memori. yaitu antar dua memori yang berlainan, yang dipadukan menjadi satu, dan berusaha untuk mencapai sinkronisasi.

maka ketiga fragmen ini sama halnya dengan memori yang tumpang tindih; yang saling berkelindan antara memori yang satu dengan yang lainnya. sederhananya, terjadi benturan memori; peristiwa; pengalaman; setelah orang pertama mendonorkan otaknya untuk orang kedua.

saya mengambil kesimpulan ini karena melihat transisi gender tokoh "aku" pada ketiga fragmen di atas (#1, #16, dan #25). dari yang semula pria (#1), lalu bias (#16), hingga akhirnya berakhir sebagai perempuan (#25).

***

KELUARGA BAGUS

keluarga bagus merujuk kepada fragmen-fragmen yang menceritakan "aku" dari sudut pandang seorang pria, di mana pria tersebut adalah ayah dari bagus. lalu kepada fragmen-fragmen yang berkaitan dengan tokoh bagus. termasuk sudut pandang dari bagus itu sendiri.

#4 (ayah bagus)
- kelahiran anak laki-laki yang mengalami cacat fisik
- konflik batin (kondisi psikis) seorang ayah ketika menghadapi lingkungan masyarakat sekitarnya (setelah ditolak oleh keluarganya)
- "aku" -> pria; suami; ayah bagus; melarikan diri karena bagus tidak diterima di keluarganya
- latar tempat ->
- latar waktu ->

* "ustad" adil?
* "bidan" nalik?

#6 (ayah bagus)
- seorang ayah yang gelisah melihat anak semata wayangnya murung
- usaha seorang ayah untuk dapat lebih beradaptasi dengan sejumlah problematika kehidupan
- "aku" -> pria; suami; ayah bagus
- bagus dicampakkan ibunya sendiri
- latar tempat ->
- latar waktu -> 2 dasawarsa setelah fragmen #4

* "ustad" adil?
* nissa -> cucu ustad adil?

#12 (ayah bagus)
- nasib pengusaha kecil yang menghadapi perkembangan dan kemajuan zaman
- toko kelontong milik "aku" harus berhadapan dengan pasar swalayan raksasa
- "aku" -> pria; suami; ayah bagus; istrinya berprofesi sebagai buruh cuci (anak dari salah satu karib mendiang ibunya); memiliki seorang kakak yang meninggal kena demam berdarah
- latar tempat -> indonesia
- latar waktu -> 12 mei 1998; pada masa transisi rezim pemerintah menuju reformasi, 4 mahasiswa tewas tertembak

* "pak" adil?

catatan :

saya pikir antar fragmen #6 dan #12 timelapse-nya janggal :
- #6 bagus sudah cukup dewasa; bagus berusia sekitar 20 tahun
- seseorang bernama adil dipanggil sebagai "ustad"
- bagus dilarang untuk berhubungan dengan cucu "ustad" adil, nissa
- #12 bagus dikatakan sebagai anak kecil; bagus memiliki seorang ibu
- seseorang bernama adil dipanggil sebagai "pak"

* tidak mungkin #12 terjadi sebelum #6. pasalnya, bagus diceritakan tidak memiliki ibu hingga usianya mencapai +/- 20 tahun. lantas di fragmen #12, bagus dikisahkan memiliki ibu yang berprofesi sebagai buruh cuci.

* seseorang bernama adil diceritakan sebagai ustad di fragmen #6, namun 'gelar' ustad tersebut hilang dan berganti menjadi sapaan biasa ('pak') di fragmen #12

* nissa diceritakan sebagai cucu dari ustad adil. namun di fragmen lain, ketika "aku" mendoakan arwah nissa yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas, "aku" pergi ke gereja


#17 (satu-satunya yang menceritakan "aku" sebagai wanita)
- "aku" -> wanita tua; teman/keluarga dari nissa dan sinta; ibu bagus (?)
- ada penggalan fragmen #3 -> apa ini jenny? atau "aku" yang mengalami menstruasi pertama saat berusia 14 tahun
- "aku" -> suaminya hilang; anak tunggalnya (pria) sekolah di nederland; sempat hidup berkecukupan
- latar tempat -> arisan sekaligus pesta ulang tahun jenny yang ke-14; ?
- latar waktu -> ?

* ada paragraf yang ditulis miring, ada pula yang tidak. asumsi saya, penulisan miring di sini adalah untuk membedakan latar waktu dan tempat si "aku", tidak seperti penulisan miring pada primary keypoint

#20 (lanjutan fragmen #16)?
- "aku" -> pria yang baru saja siuman dari koma 14 tahun
- "aku" pernah melakukan kesalahan di masa lalu -> kesalahan apa?
- latar tempat -> apartemen, bukan di indonesia
- latar waktu -> tahun 1980 atau 2012 (?)
- di rumahnya sudah tidak ada foto anaknya lagi
- sedari dia sakit, istrinya bekerja tambahan untuk menambah biaya pengobatannya

* kejadian sebelum aku siuman? -> apa ada hubungannya dengan fragmen #16?
* password email istrinya? -> 13051998 (?); diasumsikan sehari setelah tragedi 12 mei 1998 di indonesia

#22 (lanjutan fragmen #16, #20)?
- "aku" -> pria yang perlu 2 tahun untuk mampu beraktivitas normal kembali
- "aku" cerai dengan sang istri
- latar tempat -> luar negeri. bukan di indonesia
- latar waktu -> tahun 1982 atau 2014 (?)

* abu anak mereka dilarung di pantai yang menghadap laut utara. anaknya meninggal setelah 2 minggu bertarung dengan maut, sejak mengalami kecelakaan -> nissa dikatakan meninggal setelah mengalami kecelakaan lalu lintas dan koma selama 2 minggu. apakah nissa anak mereka? tetapi di sisi lain, jika fragmen ini berhubungan dengan fragmen #17, seharusnya anak mereka pria.

#24 (bagus)
- "aku" -> bagus
- "aku" lahir di luar negeri. orang tuanya tidak bisa pulang ke indonesia di akhir tahun 60'an karena dianggap pengkhianat negeri -> sebelum tahun 60'an, orang tuanya pindah ke luar negeri?
- latar tempat -> luar negeri
- latar waktu -> ?
- ada email dari seseorang yang menawarkan diri menjadi donor premortem neurospecimen (donor otak)

* donor premortem neurospecimen (donor otak)

***

KELUARGA BESAR

keluarga besar merujuk kepada seluruh cerita yang berkaitan dengan keluarga papa mama melalui sudut pandang wanita bernama "aku".

.silsilah keluarga papa mama.
#9 (keluarga besar)
- yang hadir: papa, mama; darwin, sinta; norma, jono; aku; dama; nissa
- mama -> keras kepala, tidak bisa dibantah, berkepribadian keras
- dama -> sama seperti mama, namun cengeng
- "aku" -> wanita
- latar tempat -> jamuan makan di rumah darwin
- latar waktu ->

#11 (keluarga besar)
- yang hadir: papa, mama; darwin, sinta, arman, olive; norma, jono, prissy, prika; aku, abang; dama; nissa
- jamuan makan di hotel bintang 5 pada malam tahun baru
- "aku" akan menikah dengan abang pada februari mendatang
- latar tempat -> hotel bintang 5 di indonesia
- latar waktu -> malam tahun baru
- abang memiliki 3 toko kelontong, usaha turun temurun keluarganya

#13 (keluarga besar)
- yang hadir: papa, mama; darwin, sinta, arman, olive, kris; norma, jono, prissy, prika; aku, abang, anakku; nissa, marc, jenny
- dama tidak ada
- latar tempat -> rumah "aku"
- latar wakto -> malam tahun baru

#15 (keluarga besar)
- yang hadir: darwin, sinta, arman, olive, kris; norma, jono, prika; aku, abang, anakku; prissy, frans, alia, alex
- pesta malam tahun baru
- papa mama sudah meninggal
- nissa, marc, dan jenny tidak pulang ke indonesia
- dama sudah hilang selama 4 tahun. terakhir kali nampak di perkawinan nissa


#19
- jenny sekarat karena kanker di usianya yang ke-14
- ada sesuatu yang terjadi saat "aku" tengah berada di cincinnati selama 3 hari
- "aku" -> wanita; kakak nissa; tante jenny
- latar tempat -> cincinnati, amerika
- latar waktu -> ?

* "aku tidak punya laptop dan koneksi internet di kos." -> kos? rumahnya ke mana? suaminya ke mana?
* "apa yang kualami selagi di sana sudah kulupakan. kuanggap tak pernah terjadi." -> ?
* "aku" belum pernah bertemu dengan jenny sedari lahir; nissa tidak pernah pulang sejak menikah -> bentrok dengan fragmen #13

#23
- "aku" -> wanita
- "aku" ingin menolong masa lalu dengan menyelamatkan masa depan
- latar tempat -> gereja
- latar waktu -> ?
- 2 tahun lalu, sesuatu telah terjadi, sesuatu yang membuatnya yakin bahwa ia mampu menyelamatkan (mengubah) masa depan

* mas jono, pengurus pekarangan pastoran? -> apakah sama dengan jono suaminya norma?
* "romo" adil?

***

SIMILARITIES AND UNSOLVED FRAGMENTS

#2
- pertempuran; pasca-serangan; situasi perang
- "aku" -> penduduk sipil korban perang; pria
- latar tempat -> indonesia (?) yang tengah diinvasi kekuatan militer sekutu
- latar waktu -> pertengahan abad 20 (?)

"terdapat asas kesatriaan dalam perang."
"mungkin dalam perang, memang tidak ada benar salah."

* konvensi yang dimaksud adalah konvensi jenewa (1949)
* hampir 2 tahun lalu, ketika semua belum terjadi -> ?
* tentara dari negeri seberang; berambut pirang, bermata biru
* mereka ke sini untuk menjemput aku? -> ditawan untuk dijadikan kelinci percobaan premortem neurospecimen? (fragmen #16)

#3 (lihat fragmen #17)  
- menstruasi pertama
- metafora darah bagi seorang wanita

"bagi perempuan, darah seperti air untuk tanaman. menumbuhkan, mengembangkan."

- "aku" -> wanita yang baru beranjak remaja
- latar tempat -> kamar tidur
- latar waktu -> ?

#5
- usaha merebut calon suami seseorang
- "aku" -> wanita
- latar tempat -> ?
- latar waktu -> ?

* apa hubungan antara "aku" dengan norma?
* dan malam itu terjadilah semuanya -> ?

#7
- memori seorang wanita tentang kelahiran anaknya dan kebahagiaan keluarga kecilnya
- "aku" -> wanita; istri; ibu
- latar tempat -> cibodas; ?
- latar waktu -> ?

#10
- pertemuan kembali dengan rekan kerja selama 4 tahun berpisah
- "aku" yang membuat rekan kerjanya harus kehilangan pekerjaan 4 tahun lalu, kini diangkat menjadi manajer keuangan di perusahaan milik rekan kerjanya tersebut
- "aku" -> pria; lajang; wirausaha rumahan; jujur (meski kejujurannya ini seringkali membuatnya mengalami konflik batin berkepanjangan)
- latar tempat -> ?
- latar waktu -> ?

#8 (multiperspektif)
- ada (setidaknya) dua perspektif dalam fragmen ini (a dan b)
- kronologi kejadian berlangsung antara pukul 07.30-08.30

a :
- seorang pria yang hidupnya perlahan-lahan mulai makmur; karirnya sukses; kepercayaan dirinya meningkat; salah seorang komplotan perampok emas
- memiliki kekasih di kampung yang akan disunting sekembalinya nanti
tewas setelah diserang balik oleh korban rampokannya sendiri

b :
- seorang pria yang tengah dililit kesulitan-kesulitan finansial
- susah mengontrol emosi
- pernah menghajar atasannya hingga babak belur
- nekat melakukan sesuatu sekalipun dilanda keraguan
- tidak mudah memercayai orang lain
- memiliki benda keramat peninggalan almarhum ayahnya (cincin emas)
membunuh perampok emas yang berniat mengambil cincin peninggalan ayahnya tersebut

timeline peristiwa

07.30
a : di hotel
b : di jalanan

08.00
a :
b : di areal pertokoan

08.15
a : di toko emas, bersiap melancarkan perampokan
b : di depan toko emas

08.30
perampokan berlangsung

#14 (multiperspektif)

- inti dari keseluruhan perspektif adalah investasi. atau niat untuk mengembangkan kemampuan finansial masing-masing tokoh

a :
- seorang pria; beristri; pegawai kantoran; sedang melihat-lihat areal pertokoan untuk dibeli
- nama tokonya proviand en drank (nederland) : food and drink
- nama pemilik tokonya ibu nalik, sudah 21 tahun memiliki toko tersebut
- ada tuna wisma yang menderita gangguan jiwa di seberang toko

* pemilik toko (ibu nalik) -> apakah sama dengan bidan nalik pada fragmen #4?

b :
- seorang pria, mencoba berinvestasi lewat situs waralaba : wiraswasta warung serba ada
- menemui pemasar bernama darwin

c :
- seorang pria; ayah bagus

d :
- seorang pria, memiliki rekan kerja yang setiap hari menumpang dalam perjalanan pulang
* apakah salah seorang dari mereka adalah orang yang sama dengan "aku" di fragmen #8, ketika mengalami peristiwa perampokan toko emas?


e :
- unknown. bisa perspektif baru atau bisa juga salah satu dari a, b, c, atau d

#17 (rewrite)
- "aku" -> wanita tua; teman/keluarga dari nissa dan sinta
- ada penggalan fragmen #3 -> apa ini jenny? atau "aku" yang mengalami menstruasi pertama saat berusia 14 tahun
- "aku" -> suaminya hilang; anak tunggalnya (pria) sekolah di nederland; hidup berkecukupan (?)

* ada paragraf yang ditulis miring, ada pula yang tidak. asumsi saya, penulisan miring di sini adalah untuk membedakan latar waktu dan tempat si "aku", tidak seperti penulisan miring pada primary keypoint


#18 (lanjutan dari fragmen #17)?
- "aku" -> pria/wanita; terbaring koma di rumah sakit
- latar tempat -> rumah sakit
- latar waktu -> ?

* asumsi lain saya, fragmen ini menceritakan tentang proses operasi bedah otak. yaitu saat neurospecimen project berlangsung. ketika dua memori saling bersinkronisasi

#21 KEYPOINT (?)
- kinerja "aku" berantakan karena tidak bisa fokus
- "aku" tengah dilanda ketakutan; kebimbangan; keraguan akan kematian (?)
- "aku" -> seorang yang sulit melupakan sesuatu
- latar tempat ->
- latar waktu ->

"bukan aku ragu akan diriMu, tapi aku tak bisa lupakan masa lalu."

* tanggal esok hari?
* nun jauh di sana, hari juga sudah berganti -> beda negara; beda latar tempat

***

catatan tambahan :

sepertinya usaha saya merangkai teka-teki buku ini masih jauh dari kata selesai. mungkin sebagian besar benang merah sudah saya temukan, namun tetap saja: bukannya menemukan pencerahan, saya malah menemukan kejanggalan demi kejanggalan. hahaha…

beberapa yang memusingkan dan belum berani saya simpulkan misalnya seperti :
# tokoh bernama adil. di fragmen yang ini dia dipanggil sebagai ustad, namun ada kalanya dia dipanggil dengan sebutan "pak adil" saja, tetapi justru dipanggil romo menjelang akhir buku. apakah ini orang yang sama, atau kebetulan memiliki nama yang sama saja, saya belum tahu pasti dan belum berani mengambil asumsi lebih jauh. hal yang sama berlaku dengan tokoh yang bernama nalik. di fragmen yang satu dia dipanggil bidan, dan di fragmen lain berprofesi sebagai penjaga rumah makan. what the… ???

# mengenai neurospecimen project, saya hanya berani mengatakan bahwa donor dari operasi ini adalah kakak perempuan nissa. kepada siapa otaknya didonorkan? saya tidak tahu. sedangkan asumsi saya yang lain mengatakan bahwa tawanan perang pada #fragmen 2 tidak dihabisi oleh tentara musuh, melainkan digunakan sebagai kelinci percobaan generasi awal di masa-masa permulaan eksperimen neurospecimen ini berlangsung. hasil akhirnya seperti apa, saya tidak tahu.

kakak nissa sempat mengatakan bahwa masa lalu mungkin dapat diselamatkan dengan memperbaiki masa depan. namun masa lalu siapa, masa lalu yang seperti apa, untuk tujuan apa, saya juga belum berani mengambil kesimpulan.

# lalu, tokoh bagus. di fragmen #4, bagus diceritakan sebagai seorang anak yang mengalami kelainan fisik. atau tepatnya penyakit hypertrichosis, yakni kelainan fisik yang mengakibatkan pertumbuhan bulu secara tidak wajar di sekujur tubuhnya. ketika dia lahir, tidak ada seorangpun dari keluarganya yang mau menerimanya. bahkan ibunya sendiri tidak mengakuinya. sehingga dia dibawa lari oleh ayahnya. saya menganggap bagus dan ayahnya berada di wilayah indonesia karena bagus menggunakan kosa kata lokal seperti "guyon". terlebih, penggambaran lingkungan masyarakat sosial di fragmen tersebut terasa dekat sekali dengan lingkungan indonesia.

namun, bagus di #fragmen 24 mengaku bahwa dirinya lahir di luar negeri (bukan indonesia). dia juga mengaku bahwa orang tuanya tidak diperkenankan pulang karena dianggap membelot di periode 60'an. saya sempat mengira bahwa orang tuanya memiliki afiliasi politik dengan partai komunis atau sejenisnya. karena indonesia di tahun-tahun tersebut (transisi rezim orde lama menuju orde baru) sangat lekat dengan konflik horizontal yang bersifat partisan. namun apa benar begitu? tidak ada petunjuk lain yang bisa saya jadikan acuan. bisa jadi ini hanya interpretasi berlebihan saya.

# berikutnya, mengenai tokoh "aku". meski di belakang buku ini tertulis, "perjalanan hidup seorang lelaki dan seorang wanita", saya rasa "aku" dalam buku ini merepresentasikan lebih dari 2 orang. tidak hanya ayah bagus ataupun kakak nissa. entah apa yang membuat saya berpikir seperti ini. namun saya yakin, setiap "aku" memiliki petunjuknya masing-masing, petunjuk yang tentu saja senantiasa berkaitan dengan hidup ayah bagus dan kakak nissa, baik secara langsung maupun tidak langsung. itulah sebabnya kita tidak mungkin mengenali "aku" secara menyeluruh. "aku" tidak akan pernah cukup dijelaskan ataupun dijabarkan sekalipun kita sampai repot-repot membuat peta pikiran. satu-satunya cara mengenal dan mendalami "aku" adalah dengan imajinasi. imajinasi yang seperti apa? well… mungkin relatif: tergantung seliar apa otak kita.

# terakhir, bila novel ini bak sebuah labirin; atau teka-teki; atau puzzle; seperti apakah hasil akhirnya? seperti apa titik finalnya? apa yang membuat para pembaca mampu mengatakan bahwa dirinya telah berhasil memecahkan misteri? karena setelah berulang kali saya baca, saya sadar: tidak ada satupun yang benar-benar dapat dianggap sebagai misteri kecuali tentang hidup itu sendiri. dan bila kita memang harus mencari jawaban, saya rasa jawabannya sudah jelas: premortem (sebelum mati). yap. jauh sebelum kita membaca buku ini, penulis sudah memberikan jawabannya. mindblowing? nope. it is mindfuck for sure… 

bagaimana? sudah cukup pusing? saya yakin masih ada banyak sekali yang mengganjal di kepala kita sebagai pembaca. buat saya pribadi, semakin ditelaah, saya justru semakin jauh dari nafas lega. saya cuma bisa kasih standing ovation untuk sang penulis karena telah menciptakan sebuah mahakarya!